18:21 WIB - Ditpolairud Polda Riau Gelar Apel Kesiapsiagaan Alut dan Personil 17:28 WIB - Ketua DPRD Riau Dampingi Kapolda Riau Saat Baksos di Teratak Buluh 17:17 WIB - Polres Merauke Dan BKO Brimob Polda Riau Lakukan Pengamanan Jalan Raya 16:57 WIB - Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Polda Riau Terapkan Gakkum Edukatif 08:52 WIB - Kanit Binmas Polsek Bangko Sampaikan Pesan Kamtibmas Di SMAN 2 Bangko 08:46 WIB - Kapolsek Sambut Kunjungan Anggota DPRD Inhu Di Polsek Pasir Penyu
 
Mediasi Permasalahan Peribadatan di Inhil Sudah Temui Titik Terang
Binmas | Senin, 02-09-2019 - 19:55:52 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Mediasi Permasalahan Peribadatan di Inhil Sudah Temui Titik Terang
  •  

    tribratanewsriau.com Pihak Kepolisian menggelar pertemuan membahas perkembangan permasalahan penolakan masyarakat terhadap aktivitas ibadah Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Efrata, Minggu (1/9/2019) pagi di rumah tinggal Pendeta Damianus Sinaga, Desa Petalongan, Kecamatan Keritang.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita riaugreen com bahwa dari hasil pertemuan, diperoleh sejumlah kesepakatan yang mana kesepakatan tersebut pada intinya menekankan kepada relokasi tempat peribadatan jemaat GPdI.

    Pertemuan kala itu dihadiri oleh Wadir Binmas Polda Riau, AKBP. Imam Saputra, SIK., MSi, Kapolres Inhil, AKBP. Christian Rony P SIK, MH dan segenap jajaran kepolisian, mulai dari jajaran Polda Riau, Polres Inhil maupun Polsek Keritang.

    Tampak pula dalam pertemuan tersebut, Camat Keritang, Hady Rahman, Kapolsek Keritang, AKP Martunus, Pjs. Kades Petalongan, Tonifuddin dan sejumlah perangkat desa serta masyarakat setempat.

    Wadir Binmas Polda Riau, AKBP. Imam Saputra, SIK., MSi mengatakan, solusi penyelesaian terhadap permasalahan peribadatan di Desa Petalongan sudah menunjukkan titik terang bahwa aktifitas ibadah Jemaat GPdI untuk sementara akan dilaksanakan di Gereja Bethel Indonesia (GBI) RT. 004 sampai adanya tempat ibadah yang lokasinya masih dicari oleh Tim pencari lahan yang sampai saat ini masih bekerja.

    "Diharapkan kepada masyarakat melalui peran Tomas dan Toga agar tetap menjaga situasi Kamtibmas di Desa Petalongan dengan menahan diri untuk tidak melakukan tindakan–tindakan yang melanggar hukum dan menyerahkan solusi penyelesaiannya kepada pemerintah," kata Imam Saputra.

    Imam Saputra juga meminta agar Ketua RT turut dilibatkan dalam mencari solusi penyelesaian permasalahan ini karena merupakan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat yang mengetahui karakteristik wilayah dan masyarakatnya.

    "Untuk selanjutnya akan dilakukan pengecekan / survey lahan relokasi di RT. 003 dan RT. 004 yang masih memungkinkan adanya lokasi lahan kosong," tutur Imam Saputra.

    Dalam pertemuan, diketahui bahwa belum ditemukan lokasi lahan yang akan dijadikan tempat peribadatan. Para pihak, terutama beberapa Ketua RT mengaku kesulitan untuk mencari lahan kosong tersebut. Kendati begitu, Kepala Dusun Sari Agung, Desa Petalongan, Alianto menyebutkan terdapat 2 titik lokasi yang tengah dilakukan survei untuk pendirian tempat peribadatan GPdI, meski sampai saat ini belum ditemukan solusi penyelesaiannya.

    Camat Keritang, Hady Rahman mengungkapkan, berdasarkan penyampaian Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan sebelumnya bahwa ada keinginan Jemaat GPDI untuk tetap melakukan aktifitas ibadah sangat rawan sehingga perlunya kembali dilakukan upaya–upaya penyelesaian.

    "Salah satu hasilnya yaitu melakukan pendekatan dengan Pendeta GBI Bpk. SIANTURI di RT. 004 yang akhirnya bersedia menyediakan Gerejanya sebagai tempat ibadah Jemaat GPdI hanya pada Minggu ini sehingga perlu dilakukan pendekatan kembali agar aktfitas ibadah Jemaat GPdI tersebut dapat dilakukan sampai adanya tempat ibadah yang baru," pungkasnya.

    Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra menegaskan bahwa pada setiap Mediasi yang telah dilakukan baik pada tingkat Forkopimda Kabupaten Inhil dan Forkopimda Prov. Riau telah disepakati bahwa keputusan relokasi telah Final.

    "Kami berharap kepada Tomas dan Toga agar membantu pihak Polri dan Pemda dalam menjaga situasi kamtibmas di Desa Petalongan ini dan untk segera menyelesaikan permasalahan ini dengan segera mencari lokasi lahan relokasi melalui Tim yang sudah dibentuk," kata Kapolres.

    Pertemuan berlangsung lebuh dari 2 jam. Pertemuan berjalan dalam situasi kondusif dan lancar sehingga menghasilkan sejumlah kesepakatan sebagai berikut:

    1. Keputusan relokasi sudah final dan sudah dilaporkan kepada pimpinan sehingga tugas kita adalah menentukan lokasi yang tepat oleh tim yg sudah dibentuk.

    2. Hari Senin, 2 September 2019 akan dilakukan Survey / Pengecekkan lahan relokasi di RT 003 dan RT 004.

    3. Penentuan ibadah sementara akan dilaksanakan di GBI RT. 004 untuk minggu ini dan jika memungkinkan untuk selanjutnya tetap di GBI sampai adanya lokasi tempat ibadah yang baru.

    4. Sesudah didapat lokasi lahan relokasi akan ditindaklanjuti dgn mengadakan rapat persetujuan lokasi yang akan disampaikan kepada Bupati.



     
    Berita Lainnya :
  • Polair
    Ditpolairud Polda Riau Gelar Apel Kesiapsiagaan Alut dan Personil
  • Mitra Polisi
    Ketua DPRD Riau Dampingi Kapolda Riau Saat Baksos di Teratak Buluh
  • Brimob
    Polres Merauke Dan BKO Brimob Polda Riau Lakukan Pengamanan Jalan Raya
  • Lantas
    Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Polda Riau Terapkan Gakkum Edukatif
  • BinKam
    Kanit Binmas Polsek Bangko Sampaikan Pesan Kamtibmas Di SMAN 2 Bangko
  • BinKam
    Kapolsek Sambut Kunjungan Anggota DPRD Inhu Di Polsek Pasir Penyu
  • BinKam
    Polres Rohil Laksanakan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Didepan Para Tersangka
  • BinKam
    Kapolres Bengkalis Gelar Konferensi Pers Kasus Narkoba
  • BinKam
    Bhayangkari Rohil Laksanakan Bakti Sosial Kepada Warga Yang Terkena Musibah Kebakaran
  • BinKam
    Polres Inhil Amankan 2 Orang Pelaku Kasus Dugaan Pembakaran Lahan Di Inhil
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Kamis, 17-Oktober-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved