18:18 WIB - Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri 15:33 WIB - Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas 15:22 WIB - Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai 15:12 WIB - Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai 15:01 WIB - Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda 13:48 WIB - Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
 
Jelang Pilkada Riau Besok, Kapolda Riau Bentuk Satgas Anti Politik Uang
Giat Ops | Senin, 25-06-2018 - 16:17:49 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Jelang Pilkada Riau Besok, Kapolda Riau Bentuk Satgas Anti Politik Uang
  •  

    tribratanewsriau.com. Polda Riau dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Riau melepas satuan tugas patroli anti politik uang (money politic), Minggu (24/6). Satgas yang bertugas melakukan patroli serangan fajar ini disebar ke seluruh wilayah di Riau khususnya daerah yang berpotensi rawan politik uang.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita jawapos com bahwa Kapolda Riau, Irjen Nandang mengatakan, satgas ini dibentuk dalam rangka penegakan hukum terpadu terhadap politik uang. Di dalamnya dilibatkan unsur TNI, Polri dan Bawaslu, kejaksaan ini akan melakukan patroli.

    "Tugas patroli untuk pencegahan dan tugas berikutnya melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang membawa barang-barang atau sesuatu yang dibawa untuk mempengaruhi masyarakat supaya memilih pasangan calon," kata Nandang.

    Diungkapkan jenderal bintang dua ini, jika ditemukan adanya praktik politik uang maka sanksi pidana menanti baik bagi pemberi maupun penerima, ancaman pidananya tak main-main, yakni lima tahun kurungan penjara.

    "Pemberi dan penerima jelas kena (hukuman). Pidana tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Ancaman harus full. Saya di Sulsel 11 perkara tersangka hampir 30-an dan semuanya kena. Tidak ada hukuman yang dibawah tiga tahun, kalau ada jaksanya banding," jelasnya.

    Sementara itu, berdasarkan hasil pemetaan di Riau, ada tiga wilayah yang rawan praktik politik uang yakni pekanbaru, kampar dan indragiri hilir. "Money politik dilakukan di tempat potensial jumlah pemilihnya. Karena kalau sedikit rugi mereka," sebutnya.

    Satgas patroli politik uang yang digagas Kapolri Jenderal Tito Karnavian diharapkan dapat berjalan lancar sehingga pesta demokrasi bersih dan bebas praktik politik uang.




     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri
  • Lantas
    Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas
  • Mitra Polisi
    Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai
  • Mitra Polisi
    Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai
  • Reskrim Um
    Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda
  • Giat Ops
    Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
  • BinKam
    Tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Amankan Sepasang Pelaku Diduga Pengedar Extacy
  • BinKam
    Unit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Amankan 2 Pelaku Diduga Pecandu Narkoba
  • Lantas
    Tabrakan dengan Mobil Box, Pelajar SMKN 3 Mandau Luka Parah
  • Lantas
    Laka Di Jalan Poros RAPP Desa Segati, Tersangka Ini Divonis Dua Tahun Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sabtu, 23-Februari-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved