17:59 WIB - Pria Ini Ditemukan Sudah Tak Bernyawa 17:20 WIB - Ditpolair Polda Riau Latihkan Kemampuan Tactical Kepada Personil 16:59 WIB - Polres Meranti Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Nurul Komariah 16:50 WIB - Anggota DPRD Riau Minta Polda Riau Tangani Pencemaran Air Sungai Oleh Tiga Perusahaan 16:45 WIB - Untuk Kebutuhan Reorganisasi, Kapolres Meranti Pimpin Setijab Dua Pejabat Polres Meranti 21:50 WIB - Pelatihan Fotografi Dan Videografi TA 2018 Humas Polri
 
Kapolresta Pekanbaru Datangi RS Bhayangkara dan TKP Penganiayaan
Reskrim | Minggu, 14-01-2018 - 15:18:04 WIB
Penulis: AEP

TERKAIT:
 
  • Kapolresta Pekanbaru Datangi RS Bhayangkara dan TKP Penganiayaan
  •  

    Tbnewsriau - Kapolresta Kbp Susanto.SIK.SH.MH mendatangi rumah sakit bhayangkara jalan kartini Pekanbaru utk melihat kondisi korban, setibanya di rumah sakit menuju ke ruang jenazah untuk melihat kondisi korban AM kemudian  menyampaikan kepada dokter rumah sakit dan keluarganya korban yang ada saat itu utk dilakukan otopsi, turut hadir Kasat Reskrim, Kapolsek tampan yg lama Kp Rezi dan yang baru Kp Kariamsyah dan para awak media, kemudian  Kapolresta Kbp Susanto.SIK.SH.MH berangkat meninggalkan rumah samit dan menuju lokasi Tkp jalan kubang raya utk melihat lokasi dan kondisi tempat kejadian penganiayaan itu. Sabtu 13/1/2018


    Kondisi dan lakasi kejadian merupakan bekas bengkel mobil terbuat dari papan( semi permanen) bertingkat, tempat kejadian terletak dilantai dua yang strategis utk melakukan perbuatan asusila ( zinah) oleh  bunga dan korban AM saat itu.

    Nasib tragis dialami AM. Pria berusia 62 tahun itu meninggal dunia diduga akibat dianiaya, usai digerebek tengah bersama seorang wanita yang ditenggarai selingkuhannya di dalam kamar oleh istri kedua korban.

    Peristiwa tersebut pada Sabtu (13/1/2018) pkl 00.30 wib, di Jalan Kubang Raya Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru.

    Korban berinisial AM saat bersama wanita lain diduga selingkuhan digerebek oleh istri keduanya berinisial SP serta beberapa orang lainnya,

    AM dianiaya diikat dengan tali teyen( tali plastik) penganiayaan tersebut berbuntut dengan meninggal dunianya korban di tempat (Penggerebekan) tersebut sehingga korban meregang nyawanya.

    Pasca kejadian itu, si istri kedua korban tersebut sudah diamankan ke Polsek Tampan bersama enam orang lainnya berinisial YD dan W. Kabar yang diperoleh dari salah seorang yang diamankan itu merupakan anak dari SP, istri kedua korban tersebut.

    Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto mengatakan, pihaknya tengah mendalami dugaan penganiayaan yang dilakukan terhadap AM, pria 62 tahun yang tewas usai digerebek istri kedua dan anak tiri korban, lantaran berselingkuh dengan wanita lain. AM meninggal dunia dengan kondisi tangan terikat tali  teyen( plastik)

    Kapolresta Kombes Pol Susanto. SIK.SH.MH menyampaikan, saat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, ditempatkan jenazah AM  sementara guna kepentingan otopsi. "Apakah ini memang sudah direncana sebelumnya dilakukan bersama-sama disertai niat dan ada faktor lainnya, biarkan tim bekerja sementara ini," ungkap Kapolresta.

    Pembuktian apakah ada unsur Persekusi dalam kejadian tersebut, tentunya akan didukung dengan barang bukti yang diamankan jajarannya, termasuk rekaman video yang sempat diambil pelaku saat menggerebek dan menganiaya korban hingga meninggal dunia," tambah Kapolresta"

    Adapun keenam orang terduga pelaku yang sudah diamankan terkait kejadian ini, antara lain istri kedua korban berinisial SP dan anak lelakinya berinisial AD. Sedangkan empat orang lainnya yakni YD, ES, Al dan W. Mereka sampai Sabtu siang masih diperiksa di Polsek Tampan.

    AM meregang nyawa setelah istri keduanya menggerebek bengkel tempatnya bekerja, Jalan Kubang Raya pada Sabtu dini hari. SP ketika itu tidak sendirian, melainkan bersama anaknya AD dan empat lainnya. Pintu kamar didobrak lalu AM ditemukan bersama wanita berinisial Bunga.

    Dari situ penganiayaan terjadi. Bahkan Almarhum diikat dengan tali, termasuk Bunga si wanita lain tersebut. "Diduga dan main hakim sendiri menyebabkan korban meninggal dunia. Anggota Polsek Tampan tiba setelah kejadian tersebut dan langsung memberikan bantuan  membawa korban ke rumah sakit, namun sudah meninggal," pungkas Kapolresta.

    SP dan lima orang tersebut, diantaranya anak lelakinya berinisial AD menggerebek AM saat bersama wanita lain bernama Bunga, di kamar bengkel tempat usaha almarhum di Jalan Kubang Raya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Wanita ini kesal lantaran menduga korban berselingkuh.

    Di bengkel, anak korban yakni AD mendobrak pintu kamar. Ketika itu AM didapati sedang tidak berpakaian bersama Bunga, karena kesal melihat itu hingga berakhir dengan penganiayaan yang menyebabkan korban meregang nyawa. Bahkan keduanya diikat dengan tali plastik pada bagian tangan

    Kapolresta Kombes Pol SusantSIK.SH.MH menyampaikan, dari penyelidikan awal, sepertinya ada unsur kalau penggerebekan tersebut sudah dipersiapkan Ini yang sedang didalami lebih lanjut, termasuk dari barang bukti. "Apakah barang bukti ini dibawa saat berangkat ke sana atau diambil dari TKP," tambah Kapolresta".

    Kepolisian belum menetapkan siapa tersangka atas kejadian tersebut, karena keenam orang itu masih diperiksa intensif di Polsek Tampan, termasuk Bunga selaku saksi yang mengetahui bagaimana peristiwanya berlangsung. Namun dibenarkannya bahwa saat digerebek, AM dan Bunga tidak berpakaian di kamar.

    "Dari enam orang ini sementara masih diperiksa, termasuk Bunga, dia ada di dalam kamar, dan keduanya saat itu memang tidak menggunakan pakaian. Apakah sengaja digerebek atau tidak itu masih proses, pemeriksaan dilakukan maraton," jawab Kapolresta, Sabtu siang.

    Selain itu, pemeriksaan juga mengarah pada status/hubungan antara almarhum dan SP yang disebut-sebut sebagai istri kedua korban. "Apakah hubungan pernikahan mereka sah atau tidak kita cek surat-suratnya," pungkas Kapolresta.

    Untuk diketahui, Persekusi sendiri adalah tindakan memburu seseorang atau golongan tertentu, yang dilakukan suatu pihak secara sewenang-wenang dan sistematis juga luas.Apakah perbuatan SP dan lima orang tersebut tergolong Persekusi, kasusnya masih didalami.



     
    Berita Lainnya :
  • Reskrim Um
    Pria Ini Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
  • Polair
    Ditpolair Polda Riau Latihkan Kemampuan Tactical Kepada Personil
  • Reskrim Um
    Polres Meranti Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Nurul Komariah
  • Reskrim Um
    Anggota DPRD Riau Minta Polda Riau Tangani Pencemaran Air Sungai Oleh Tiga Perusahaan
  • Giat Administrasi
    Untuk Kebutuhan Reorganisasi, Kapolres Meranti Pimpin Setijab Dua Pejabat Polres Meranti
  • Humaniora
    Pelatihan Fotografi Dan Videografi TA 2018 Humas Polri
  • Mitra Polisi
    Pembangunan Gedung Baru Polda Riau Sudah Sesuai Ketentuan
  • BinKam
    Seorang Pria Diduga Bunuh Diri Dari Ketinggian Jembatan
  • Reskrim Um
    Miras Tak Bertuan, Polres Pelelawan Masih Selidiki Pemilik Barang Ilegal Ini
  • Lantas
    Kapolres Dumai Buka Lat Pra Ops Patuh Muara Takus 2018
  •  
    Komentar Anda :

     
    TERPOPULER
    1 Sat Narkoba Polres Inhil Ringkus Pengedar Sabu Di Pelabuhan Pelindo Tembilahan
    2 Sat Narkoba Polres Bengkalis Amankan 3 Pengedar Sabu di Mandau
    3 Polsek Kelayang Inhu Antisipasi Kecelakaan Lalul Lintas
    Pasang Spanduk Himbauan Rawan Lakalantas
    4 Brimob Amankan Sepucuk Senjata Api Laras Panjang
    5 Tekad Mulia Sang Brigadir Polda Riau
    6 Polres Meranti Berhasil Tangkap Sabu 30 Gram Siap Edar
    7 Kapolda Riau Tegas Pecat 15 Orang Personilnya
    8 Polres Kuansing Berhasil Tangkap Pelaku Curas
    9 Polda Riau Melaksanakan Pelatihan Kompetensi Identifikasi Reskrim Dengan JICA
    10 Kawanan Perampok Sekap Korban, Alat Berat Dipreteli
     
     
    Kamis, 26-April-2018 | Jam Digital
    © 2015 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved
    replica handbags replica watches uk