10:03 WIB - Pemberi Maupun Penerima Politik Uang Diancam dengan Sanksi Pidana 14:54 WIB - Polres Bengkalis Terima Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 13:07 WIB - Dirlantas Polda Riau Pimpin Rapat Rencana Kesiapan Operasi Lilin Muara Takus 2018 11:04 WIB - Bid Keu Polda Riau Lakukan Bimbingan Teknis Penyusunan Kenaikan Tunkin Sesuai Pepres No.103 Th. 2018 10:39 WIB - Sat PJR Ditlantas Polda Riau Kawal Sepeda Santai Polda Riau 09:55 WIB - Sepeda Santai Polda Riau Bersama Wakapolda Riau Dan Personil
 
Dua Oknum Pegawai BPN Kabupaten Siak Terjaring OTT
Reskrim | Jumat, 27-07-2018 - 15:48:33 WIB
Penulis: JR

TERKAIT:
 
  • Dua Oknum Pegawai BPN Kabupaten Siak Terjaring OTT
  •  

    Tribratanewsriau - Dua Oknum Pegawai BPN Kab. Siak terjaring operasi tangkap tangan oleh Tim Saber Pungli.

    Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto membenarkan penangkapan tersebut terjadi di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak

    Kombes Pol Sunarto menjelaskan OTT yang melibatkan tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kemenkopolhukam tersebut dilakukan pada Rabu (25/7) sore kemarin.
        
    "Dua terduga pelaku diamankan dari operasi tersebut," katanya.
      
    Ia menjelaskan kedua terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan tersebut merupakan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. 

    Terduga yang seluruhnya wanita itu berinisial SD alias DI (33) dan IR (37).

    Sunarto menuturkan OTT itu dilakukan tim Saber Pungli di Kantor BPN, tepatnya komplek perkantoran Pemda Sungai Betung, Kabupaten Siak.
     
    Operasi berawal ketika Tim Saber Pungli yang dipimpin Kombes Sumadi mendatangi Polres Siak pada hari kejadian berlangsung. Tim kemudian mendatangi kantor BPN Siak untuk melakukan penggeledahan.

    Dengan berbekal surat perintah tugas, tim menggeledah ruangan seksi hukum pertanahan. Di ruang tersebut, ditemukan uang seniali Rp2,9 juta yang belakangan dijadikan salah satu barang bukti.

    Uang tersebut diduga untuk memperlancar proses peralihan hak serta pengurusan tanah.
     
    Sementara itu, dari pemeriksaan sementara Sunarto menyebut kedua terduga pelaku memiliki peran masing-masing untuk merumuskan besaran Pungli dalam mengurus surat peralihan hak tersebut, serta penerima uang dari korban.

    "SD diduga berperan sebagai penerima uang, kemudian YH alias IR diduga sebagai perumus besaran Pungli," tuturnya.

    Dari OTT tersebut, selain menyita Rp2,9 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita dokumen catatan masyarakat yang melakukan pengurusan tanah, rekaman kamera pengintai CCTV, arsip Warkah pengurusan tanah dan dua unit ponsel.

    Kasus ini sendiri masih terus didalami kepolisian. Meski begitu, keduanya terancam Pasal 12 Huruf e undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas undang-undang nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



     
    Berita Lainnya :
  • BinKam
    Pemberi Maupun Penerima Politik Uang Diancam dengan Sanksi Pidana
  • Nasional
    Polres Bengkalis Terima Penghargaan Predikat WBK dan WBBM
  • Lantas
    Dirlantas Polda Riau Pimpin Rapat Rencana Kesiapan Operasi Lilin Muara Takus 2018
  • Giat Administrasi
    Bid Keu Polda Riau Lakukan Bimbingan Teknis Penyusunan Kenaikan Tunkin Sesuai Pepres No.103 Th. 2018
  • Humaniora
    Sat PJR Ditlantas Polda Riau Kawal Sepeda Santai Polda Riau
  • Humaniora
    Sepeda Santai Polda Riau Bersama Wakapolda Riau Dan Personil
  • Lantas
    Jalur Rawan, Satlantas Polresta Pekanbaru Lakukan Patroli
  • Binmas
    Polres Dumai Laksanakan Bhakti Sosial Ditempat Rumah Ibadah
  • Humaniora
    Tukang Pasang Susuk Ditangkap Polisi
  • Reskrim
    Seorang Napi Buron Rutan Sialang Bungkuk Berhasil Diamankan Polsek Senapelan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Selasa, 11-Desember-2018 | Jam Digital
    © 2015 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved
    replica handbags replica watches uk