11:22 WIB - Dit Pam Obvit Polda Riau Laksanakan Pengamanan Hari Raya Waisak Nasional 15:32 WIB - Kapolsek Bengkalis Bagikan Sembako Bersama Bank BRI 15:27 WIB - Polsek Perhentian Raja Bagikan Takjil Gratis Kepada Pengendara Di Depan Mako 15:14 WIB - Paroli Gabungan TNI Polri, Ciptakan Rasa Aman Di Tengah Tengah Masyarakat 13:51 WIB - Polsek Pujud Sedekah Jum'at Barokah Di Rumah Nenek Pita 13:44 WIB - Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 11 Miliar
 
Baru Sehari Kenal di Facebook, Ini Motif Hendra Syahputra Nekad Habisi Ayu Safitri
Reskrim | Senin, 18-02-2019 - 16:57:38 WIB
Penulis: JR

TERKAIT:
 
  • Baru Sehari Kenal di Facebook, Ini Motif Hendra Syahputra Nekad Habisi Ayu Safitri
  •  

    Tribratanewsriau - Wakasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Noak P Aritonang membeberkan perihal motif Hendra Syahputra (29) sampai tega membunuh Ayu Safitri (19).

    Dikisahkan AKP Noak, pelaku dan korban baru berkenalan di media sosial.

    Mereka awalnya menjalin komunikasi lewat media sosial Facebook. Sampai pada akhirnya, pelaku membawa korban ke kebun sawit di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Selasa 29 Januari 2019.

    "Jadi pelaku ini melakukan pembunuhan lantaran atas dasar sakit hati. Ada kata-kata kasar yang dilontarkan korban yang membuat pelaku tersinggung," kata AKP Noak.

    Saat ditanyai apakah ada unsur pembunuhan berencana, Noak menyatakan pihaknya tidak menerapkan pasal tersebut.

    "Untuk saat ini penerapan pasal tidak ada kami terapkan unsur pasal pembunuhan berencana," terangnya.

    Sementara itu, Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Ardinal Effendi menjelaskan, peristiwa pembunuhan terjadi pada Selasa (29/2/2019).

    "Mayat korban ditemukan pada malam hari. Pengakuan pelaku, dia berkenalan dengan korban pada pagi harinya lewat Facebook," ucapnya.

    Lanjut Ardinal, pagi hari itu juga, korban sebenarnya sudah dipanggil untuk bekerja di salah satu yayasan resmi sebagai baby sitter. Namun oleh pelaku yang merupakan warga asal Dumai ini, korban terus dihalang-halangi agar tak jadi bekerja. Bahkan pelaku menjanjikan korban akan diajak bekerja di tempat yang lebih bagus di Jalan Pramuka, Rumbai Pesisir.

    Akhirnya, korban yang sudah berada di yayasan, dijemput oleh pelaku dengan sepeda motor.

    Kemudian sampai di Jalan Yos Sudarso, korban minta makan, karena merasa lapar.

    Dia minta diajak makan di salah satu gerai makanan cepat saji.

    "Dijawab oleh pelaku saya tidak punya uang, akhirnya timbul ketersinggungan, mereka pun makan di emperan. Setelah dari sana baru pelaku mencari cara untuk menghabisi korban," beber Ardinal.

    Lebih jauh kata Ardinal, korban lantas meminta kepada pelaku dimana tempat kerja yang dijanjikan pelaku sebelumnya.

    Korban lalu dibawa putar-putar, sampai ke kebun sawit.

    Karena curiga, korban pun bertanya ke pelaku, mengapa dia dibawa ke tempat tersebut.

    "Kemudian terjadi perlawanan (dari korban). Saat itulah pelaku memiting leher korban sampai meninggal dunia," terang Ardinal.

    Tim gabungan dari Satreskrim Polresta Pekanbaru dan Unit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, akhirnya berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Ayu Safitri, gadis 19 tahun asal Inhil.

    Dimana jasad Ayu pada Rabu (30/1/2019) dini hari lalu, ditemukan di kawasan kebun sawit di Jalan Padat Karya, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir.

    Dari hasil pemeriksaan autopsi dan olah TKP, kuat dugaan Ayu menjadi korban pembunuhan.

    Penyelidikan yang dilakukan polisi pun menguak siapa pelaku pembunuhan Ayu.

    Pelakunya ternyata adalah pria 29 tahun bernama Hendra Syahputra.

    "Pelaku kita tangkap di Jalan Lintas Sumatera, Kamis, 14 Februari 2019. Kelurahan Pagar Agung, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan," kata Kapolsek Rumbai Pesisir, Kompol Ardinal Effendi, saat ekspos kasus di Mapolresta Pekanbaru, Senin (18/2/2019).

    Dijelaskan Ardinal, pelaku ketika itu sedang berada di dalam bus.

    Dia berupaya untuk melarikan diri usai membunuh Ayu Safitri.

    Petugas pun terpaksa melakukan penghadangan terhadap bus tersebut.

    Sampai akhirnya pelaku pun bisa ditangkap tanpa perlawanan.

    "Kita turut berkoordinasi dengan Polres Lahat dalam upaya penangkapan terhadap pelaku," beber Ardinal.

    Lanjut Ardinal, pelaku ini berangkat dari Pekanbaru dengan bus, dengan tujuan ke Jakarta.

    "Saat kita mendapatkan informasi keberadaan pelaku, kita bentuk tim untuk melakukan pengejaran. Akhirnya saat berada di Lahat, pelaku berhasil kita tangkap," ungkap Ardinal.

    Sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di kawasan perkebunan sawit di Jalan Padat Karya, RT 01 RW 02 Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Rabu (30/1/2019) dini hari tadi.

    Mayat perempuan tersebut awalnya belum diketahui identitasnya. Korban ditemukan dalam posisi telungkup.

    Kronologis yang disampaikan pihak kepolisian, mayat ini awalnya ditemukan oleh saksi bernama Syahputra.

    Dengan berjalan kaki, dia bermaksud hendak mengecek kebun sawit yang diketahui milik Hasibuan itu.

    Namun sampai di lokasi, Syahputra pun kaget saat mendapati seorang perempuan, tertelungkup di jalan kebun.

    Untuk diketahui, saat ditemukan, korban kondisinya tertelungkup, dengan wajah menoleh ke sebelah kanan, tangan kiri lurus ke atas, posisi kedua kaki terbuka.

    Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ada di sekitar TKP.

    Yaitu sebuah ikat rambut warna kuning, ditemukan 1,5 meter dari posisi korban.

    Lalu sepasang sepatu perempuan warna pink di bawah pondok kebun, sekitar 9,7 meter dari posisi korban.

    Kemudian pembungkus kartu operator, botol bekas minuman, sebuah jaket warna oranye, dan 2 lembar baju kemeja di sekitar pondok.

    Seiring berjalannya penyelidikan, korban pun berhasil teridentifikasi sebagai Ayu Safitri, usia sekitar 19 tahun.

    Dia merupakan warga Kelurahan Karya Tunas Jaya, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau.

    Korban teridentifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari.

    Kompol Supriyanto, selaku Kasubbid Yanmed Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya penyakit, kecelakaan atau pun keracunan.

    "Jadi patut kita duga bahwa korban meninggal dunia akibat suatu tindak pidana," jelasnya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Riau, Kamis (31/1/2019).

    Lanjut dia, berdasarkan fakta pemeriksaan terhadap jasad korban, ditemukan ada luka lecet atau memar dibagian leher dan bibir.

    "Sebab matinya kita menemukan adanya kekerasan tumpul pada bagian leher," paparnya. (*)




     
    Berita Lainnya :
  • BinKam
    Dit Pam Obvit Polda Riau Laksanakan Pengamanan Hari Raya Waisak Nasional
  • BinKam
    Kapolsek Bengkalis Bagikan Sembako Bersama Bank BRI
  • BinKam
    Polsek Perhentian Raja Bagikan Takjil Gratis Kepada Pengendara Di Depan Mako
  • Sabhara
    Paroli Gabungan TNI Polri, Ciptakan Rasa Aman Di Tengah Tengah Masyarakat
  • Humaniora
    Polsek Pujud Sedekah Jum'at Barokah Di Rumah Nenek Pita
  • Polair
    Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp 11 Miliar
  • BinKam
    Napi Yang Kabur Ini Diamankan Petugas Ketika Keluar Dari Persembunyiannya
  • Lantas
    Patroli Sinergitas TNI-Polri Di Reteh
  • Mitra Polisi
    TNI-Polri Gelar Operasi Cipta Kondisi di Wilayah Hukum Polsek Kemuning.
  • Lantas
    Satlantas Kepulauan Meranti Sambangi BOTSĀ 
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Minggu, 26-Mei-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved