15:54 WIB - Bawaslu Tanah Datar Tindak lanjuti Suara Tercecer Di kampar 14:03 WIB - 5 Kali Gagal Tes TNI, 1 Kali Gagal Tes Polisi, Beginilah Cerita Anak Buruh Di Meranti 13:51 WIB - Pelaku Serta Penadah Diamankan Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti 13:37 WIB - Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia 13:37 WIB - Polsek Rengat Barat Selidiki Temuan Kerangka Manusia Di Kebun Karet 13:35 WIB - Kapolres Rohul : Secara Umum Pelaksanaan Pemilu 2019 Aman Dan Lancar
 
Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
Reskrim Sus | Kamis, 22-02-2018 - 21:35:05 WIB
Penulis: B.R

TERKAIT:
 
  • Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
  •  

    Tbnews Polda Riau – Seorang pria warga Pekanbaru berinisial SY (49) yang beralamat di Jl Ikhlas Kecamatan Payung Sekaki harus berurusan dengan pihak Kepolisian akibat memposting di dalam media sosial  (medsos) di duga mengandung ujaran kebencian yang dilakukannya sejak Juli 2017.

    SY diamankan tim Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri. Dari tanggannya, diamankan barang bukti 5 unit handphone yang dipakai untuk memposting dan men-share ujaran kebencian salah satu etnis. SY ditangkap Tim di rumahnya pada hari Rabu (21/2)

    "Tersangka (SY) sudah memposting dan mengshare ujaran kebencian berbau SARA itu sejak tahun 2017 hingga saat ini," ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo. Kamis (22/2).

    Lanjutnya, SY membuat ujaran kebencian terhadap etnis dan menyatakan bahwa pemerintah saat ini mendeskreditkan salah satu agama. Kemudian dia mempostingnya dan menyebarkan semua temannya di Facebook melalui akunnya.

    "Saat ini SY sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Polda Riau, serta dimintai keterangan atas perbuatannya itu," ungkap Kabid Humas Polda Riau.

    "Seluruh elemen Masyarakat khususnya masyarakat Riau agar lebih bijak menggunakan Alat Elektronik terutama penggunaan media sosial. Jangan terpengaruh berita Hoax, Provokasi dan SARA", himbau kabid Humas

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45 huruf a ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dan perubahan Jo Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi RAS dan Eknis serta Pasal 157 ayat 1 dan Pasal 207 KUHPidana ancaman maksimal 9 tahun penjara.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Bawaslu Tanah Datar Tindak lanjuti Suara Tercecer Di kampar
  • Humaniora
    5 Kali Gagal Tes TNI, 1 Kali Gagal Tes Polisi, Beginilah Cerita Anak Buruh Di Meranti
  • Res Narkoba
    Pelaku Serta Penadah Diamankan Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti
  • Res Narkoba
    Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia
  • Reskrim
    Polsek Rengat Barat Selidiki Temuan Kerangka Manusia Di Kebun Karet
  • Humaniora
    Kapolres Rohul : Secara Umum Pelaksanaan Pemilu 2019 Aman Dan Lancar
  • Humaniora
    Wakapolda Riau Hadiri Vicon Kemendagri Dalam Pemantauan Situasi Pemilu
  • Humaniora
    Polresta Pekanbaru Amankan Pleno Tingkat PPK
  • Res Narkoba
    Polres Rohil Amankan Terduga Pelaku Narkoba
  • BinKam
    Pelaku Ini Kembali Diamankan Setelah Kembali Melakukan Tindak Pidana
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Minggu, 21-April-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved