18:18 WIB - Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri 15:33 WIB - Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas 15:22 WIB - Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai 15:12 WIB - Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai 15:01 WIB - Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda 13:48 WIB - Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
 
Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
Reskrim Sus | Kamis, 22-02-2018 - 21:35:05 WIB
Penulis: B.R

TERKAIT:
 
  • Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
  •  

    Tbnews Polda Riau – Seorang pria warga Pekanbaru berinisial SY (49) yang beralamat di Jl Ikhlas Kecamatan Payung Sekaki harus berurusan dengan pihak Kepolisian akibat memposting di dalam media sosial  (medsos) di duga mengandung ujaran kebencian yang dilakukannya sejak Juli 2017.

    SY diamankan tim Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri. Dari tanggannya, diamankan barang bukti 5 unit handphone yang dipakai untuk memposting dan men-share ujaran kebencian salah satu etnis. SY ditangkap Tim di rumahnya pada hari Rabu (21/2)

    "Tersangka (SY) sudah memposting dan mengshare ujaran kebencian berbau SARA itu sejak tahun 2017 hingga saat ini," ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo. Kamis (22/2).

    Lanjutnya, SY membuat ujaran kebencian terhadap etnis dan menyatakan bahwa pemerintah saat ini mendeskreditkan salah satu agama. Kemudian dia mempostingnya dan menyebarkan semua temannya di Facebook melalui akunnya.

    "Saat ini SY sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Polda Riau, serta dimintai keterangan atas perbuatannya itu," ungkap Kabid Humas Polda Riau.

    "Seluruh elemen Masyarakat khususnya masyarakat Riau agar lebih bijak menggunakan Alat Elektronik terutama penggunaan media sosial. Jangan terpengaruh berita Hoax, Provokasi dan SARA", himbau kabid Humas

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45 huruf a ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dan perubahan Jo Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi RAS dan Eknis serta Pasal 157 ayat 1 dan Pasal 207 KUHPidana ancaman maksimal 9 tahun penjara.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri
  • Lantas
    Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas
  • Mitra Polisi
    Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai
  • Mitra Polisi
    Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai
  • Reskrim Um
    Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda
  • Giat Ops
    Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
  • BinKam
    Tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Amankan Sepasang Pelaku Diduga Pengedar Extacy
  • BinKam
    Unit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Amankan 2 Pelaku Diduga Pecandu Narkoba
  • Lantas
    Tabrakan dengan Mobil Box, Pelajar SMKN 3 Mandau Luka Parah
  • Lantas
    Laka Di Jalan Poros RAPP Desa Segati, Tersangka Ini Divonis Dua Tahun Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sabtu, 23-Februari-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved