14:03 WIB - Kapal Pengangkut Gas Elpiji 3kg dirompak, Polres Inhil Masih Mengejar Pelaku 13:48 WIB - Polres Dumai Musnahkan Narkoba Dari Lima Penangkapan 13:30 WIB - Salah Seorang Pengendara Menabrak Petugas Polantas Saat Lakukan Razia 13:20 WIB - Transaksi Di Kebun Sawit, Siswa SMK Ditangkap Tim Opsnal Polres Pelalawan 13:03 WIB - Kapolres Inhil Turun Langsung Memadamkan Api Di Wilayah Desa Suhada 16:13 WIB - Pertama Sekali, Polres Inhu Ikuti Even Pacu Jalur Di Taluk Kuantan
 
Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
Reskrim Sus | Kamis, 22-02-2018 - 21:35:05 WIB
Penulis: B.R

TERKAIT:
 
  • Sebarkan Ujaran Kebencian, Warga Pekanbaru Ditangkap
  •  

    Tbnews Polda Riau – Seorang pria warga Pekanbaru berinisial SY (49) yang beralamat di Jl Ikhlas Kecamatan Payung Sekaki harus berurusan dengan pihak Kepolisian akibat memposting di dalam media sosial  (medsos) di duga mengandung ujaran kebencian yang dilakukannya sejak Juli 2017.

    SY diamankan tim Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri. Dari tanggannya, diamankan barang bukti 5 unit handphone yang dipakai untuk memposting dan men-share ujaran kebencian salah satu etnis. SY ditangkap Tim di rumahnya pada hari Rabu (21/2)

    "Tersangka (SY) sudah memposting dan mengshare ujaran kebencian berbau SARA itu sejak tahun 2017 hingga saat ini," ucap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo. Kamis (22/2).

    Lanjutnya, SY membuat ujaran kebencian terhadap etnis dan menyatakan bahwa pemerintah saat ini mendeskreditkan salah satu agama. Kemudian dia mempostingnya dan menyebarkan semua temannya di Facebook melalui akunnya.

    "Saat ini SY sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan di Polda Riau, serta dimintai keterangan atas perbuatannya itu," ungkap Kabid Humas Polda Riau.

    "Seluruh elemen Masyarakat khususnya masyarakat Riau agar lebih bijak menggunakan Alat Elektronik terutama penggunaan media sosial. Jangan terpengaruh berita Hoax, Provokasi dan SARA", himbau kabid Humas

    Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 45 huruf a ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    Dan perubahan Jo Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang No 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi RAS dan Eknis serta Pasal 157 ayat 1 dan Pasal 207 KUHPidana ancaman maksimal 9 tahun penjara.



     
    Berita Lainnya :
  • Reskrim
    Kapal Pengangkut Gas Elpiji 3kg dirompak, Polres Inhil Masih Mengejar Pelaku
  • Res Narkoba
    Polres Dumai Musnahkan Narkoba Dari Lima Penangkapan
  • Lantas
    Salah Seorang Pengendara Menabrak Petugas Polantas Saat Lakukan Razia
  • Res Narkoba
    Transaksi Di Kebun Sawit, Siswa SMK Ditangkap Tim Opsnal Polres Pelalawan
  • Nasional
    Kapolres Inhil Turun Langsung Memadamkan Api Di Wilayah Desa Suhada
  • Humaniora
    Pertama Sekali, Polres Inhu Ikuti Even Pacu Jalur Di Taluk Kuantan
  • Humaniora
    Sijago Merah Lahap Puluhan Ruko Dan Kios Di Jln Yos Sudarso Tembilahan
  • BinKam
    Wakapolda Riau Pimpin Pembukaan Latihan Pra Operasi Patuh Muara Takus 2019
  • Reskrim Sus
    Dua Pelaku Pembakar Lahan Diamankan Satgas Karhutla
  • Humaniora
    Polda Riau Terus Buru Para Pelaku Pembakar Hutan Dan Lahan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Jum'at, 23-08-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved