18:18 WIB - Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri 15:33 WIB - Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas 15:22 WIB - Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai 15:12 WIB - Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai 15:01 WIB - Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda 13:48 WIB - Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
 
Dalam Upaya Penyelamatan, Dua Anak Buaya Sinyulong Mati
Reskrim Sus | Kamis, 31-05-2018 - 10:56:25 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Dalam Upaya Penyelamatan, Dua Anak Buaya Sinyulong Mati
  •  

    tribratanewsriau.com. Upaya penyelamatan yang dilakukan Polda Riau serta BBKSDA Riau berhasil mengamankan puluhan satwa liar dari tangan masyarakat, diantaranya adalah buaya sinyulong.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita bertuahpos com, Kabid Teknis Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, M Mahfud mengatakan, dari 5 ekor buaya sinyulong yang berhasil diamankan, 2 ekor diantaranya mati dalam perjalanan.

    Kematian 2 ekor buaya tersebut terjadi akibat ukurannya yang masih sangat kecil, sehingga kondisi fisiknya tidak kuat.

    "Kita juga berhasil mengamanakan 5 ekor buaya sinyulong, yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi. Namun karena masih berusia kecil, 2 ekor mati dalam perjalanan," kata Mahfud saat mendampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi melakukan konferensi pers di Ditreskrimsus siang tadi, Rabu 30 Mei 2018.

    Seperti diberitakan sbelumnya, dalam Operasi Tanaman dan Satwa Liar (TSL), Polda Riau serta BBKSDA telah berhasil mengamanakan sekitar 44 satwa dilindungi.

    "Yang berhasil kita amankan adalah rusa sambar 3 ekor, elang brontok 2 ekor, kucing hutan 1 ekor, beruang madu 2 ekor, owa 6 ekor, siamang 1 ekor, buaya sinyulong 5 ekor, kura-kura 4 ekor, labi-labi 5 ekor, kera ekor panjang 1 ekor, kukang 1 ekor, lutung kuning 1 ekor," papar Mahfud," katanya.

    Dalam kasus tersebut, pihak kepolisian tidak melakukan tindakan hukum kepada setiap pemilik satwa dilindungi tersebut. 

    "Untuk kasus ini, karena ini adalah sel terakhir, pada orang yang memiliki dan beritikat baik, maka kita melakukan edukasi untuk memotivasi mengembalikan satwa-satwa liar ini kepada habitatnya melalui BKSDA," kata Wakapolda Riau Brigjen Pol Permadi.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri
  • Lantas
    Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas
  • Mitra Polisi
    Jumat Peduli, Polsek Langgam Santuni Warga Kurang Mampu di desa Gondai
  • Mitra Polisi
    Personel Polres Inhu Gotong Royong di Tempat Pembuangan Sampah Akhir Batu Canai
  • Reskrim Um
    Polsek Teluk Meranti Patroli Karhutla di Desa Pulau Muda
  • Giat Ops
    Selaku Kepala Satgas Daerah, Wakapolda Riau Pimpin FGD Terkait Strategi Perluasan BPNT di Riau
  • BinKam
    Tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Amankan Sepasang Pelaku Diduga Pengedar Extacy
  • BinKam
    Unit Reskrim Polsek Kuantan Hilir Amankan 2 Pelaku Diduga Pecandu Narkoba
  • Lantas
    Tabrakan dengan Mobil Box, Pelajar SMKN 3 Mandau Luka Parah
  • Lantas
    Laka Di Jalan Poros RAPP Desa Segati, Tersangka Ini Divonis Dua Tahun Penjara
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Sabtu, 23-Februari-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved