00:35 WIB - Wakapolda Riau Hadiri Silaturahmi Panglima TNI di Ponpes Nurul Huda 19:36 WIB - Kapolres Rokan Hulu Servis Perdana Dalam Turnamen Volly Kapolres Cup 2019 19:25 WIB - Satlantas Polresta Pekanbaru Menerapkan Sistem Pengalihan Arus Dalam Sekitaran Acara MRSF 18:42 WIB - Wakapolda Riau Dampingi Panglima TNI Tinjau Langsung Karhutla Di Kabupaten Bengkalis 15:13 WIB - Polsek Kemuning Laksanakan Kegiatan Kerja Bhakti Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional 15:02 WIB - Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Program DMIJ Plus
 
OTT Saber Pungli Di BPN Siak, Kasubsi Dan Stafnya Diamankan
Reskrim Sus | Jumat, 27-07-2018 - 20:08:46 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • OTT Saber Pungli Di BPN Siak, Kasubsi Dan Stafnya Diamankan
  •  

    tribratanewsriau.com. Kepolisian Daerah Riau membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak.  Sebelumnya, publik banyak membicarakan tentang OTT tersebut.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita MJnews com melalui tulisan wartawannya Imam prihadiyoko menuliskan bahwa Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Kamis (26/7/2018) malam, menjelaskan, OTT yang melibatkan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tersebut dilakukan pada Rabu (25/7/2018) sore.

    “Dua terduga pelaku diamankan dari operasi tersebut,” katanya. Kedua terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan tersebut,  merupakan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. Terduga yang seluruhnya wanita itu berinisial SD alias DI (33) dan IR (37).

    Sunarto menuturkan, OTT itu dilakukan tim Saber Pungli di Kantor BPN, tepatnya di komplek perkantoran Pemda Sungai Betung, Kabupaten Siak.

    Operasi berawal ketika Tim Saber Pungli yang dipimpin Kombes Sumadi mendatangi Polres Siak pada hari kejadian berlangsung. Tim kemudian mendatangi kantor BPN Siak untuk melakukan penggeledahan.

    Dengan berbekal surat perintah tugas, tim menggeledah ruangan Seksi Hukum Pertanahan. Di ruang tersebut, ditemukan uang senilai Rp 2,9 juta yang belakangan dijadikan salah satu barang bukti.

    Uang tersebut diduga untuk memperlancar proses peralihan hak serta pengurusan tanah. Dari pemeriksaan sementara, Sunarto menyebut,  kedua terduga pelaku memiliki peran masing-masing untuk merumuskan besaran pungli dalam mengurus surat peralihan hak serta penerima uang dari korban.

    “SD diduga berperan sebagai penerima uang, kemudian YH alias IR diduga sebagai perumus besaran pungli,” tuturnya. Dari OTT tersebut, selain menyita Rp 2,9 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita dokumen catatan masyarakat yang melakukan pengurusan tanah, rekaman kamera pengintai CCTV, arsip pengurusan tanah dan dua unit ponsel.

    Kasus ini sendiri masih terus didalami kepolisian. Meski begitu, keduanya terancam Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Wakapolda Riau Hadiri Silaturahmi Panglima TNI di Ponpes Nurul Huda
  • Humaniora
    Kapolres Rokan Hulu Servis Perdana Dalam Turnamen Volly Kapolres Cup 2019
  • Nasional
    Satlantas Polresta Pekanbaru Menerapkan Sistem Pengalihan Arus Dalam Sekitaran Acara MRSF
  • Nasional
    Wakapolda Riau Dampingi Panglima TNI Tinjau Langsung Karhutla Di Kabupaten Bengkalis
  • BinKam
    Polsek Kemuning Laksanakan Kegiatan Kerja Bhakti Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional
  • BinKam
    Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Program DMIJ Plus
  • BinKam
    Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Puskesmas Di Simpang Gaung
  • BinKam
    Kapolres Inhil Bersama Forkopimda Kunjungi Peternakan Sapi
  • Humaniora
    Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri
  • Lantas
    Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Minggu, 24-Februari-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved