22:15 WIB - Gagal Mencuri Motor, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga 22:09 WIB - Amankan Pleno Kecamatan, Kapolres Bengkalis : Ini Merupakan Tanggung Jawab Polri 22:05 WIB - Polres Kuansing Dalami Kasus Tewasnya Warga Oleh Oknum Anggota Polres Kuansing 21:55 WIB - Polres Dumai Amankan Sepasang Kekasih Yang Lagi Asik 21:09 WIB - Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara 20:54 WIB - Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
 
OTT Saber Pungli Di BPN Siak, Kasubsi Dan Stafnya Diamankan
Reskrim Sus | Jumat, 27-07-2018 - 20:08:46 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • OTT Saber Pungli Di BPN Siak, Kasubsi Dan Stafnya Diamankan
  •  

    tribratanewsriau.com. Kepolisian Daerah Riau membenarkan telah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Siak.  Sebelumnya, publik banyak membicarakan tentang OTT tersebut.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita MJnews com melalui tulisan wartawannya Imam prihadiyoko menuliskan bahwa Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto di Pekanbaru, Kamis (26/7/2018) malam, menjelaskan, OTT yang melibatkan tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tersebut dilakukan pada Rabu (25/7/2018) sore.

    “Dua terduga pelaku diamankan dari operasi tersebut,” katanya. Kedua terduga pelaku yang masih menjalani pemeriksaan tersebut,  merupakan seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dan honorer. Terduga yang seluruhnya wanita itu berinisial SD alias DI (33) dan IR (37).

    Sunarto menuturkan, OTT itu dilakukan tim Saber Pungli di Kantor BPN, tepatnya di komplek perkantoran Pemda Sungai Betung, Kabupaten Siak.

    Operasi berawal ketika Tim Saber Pungli yang dipimpin Kombes Sumadi mendatangi Polres Siak pada hari kejadian berlangsung. Tim kemudian mendatangi kantor BPN Siak untuk melakukan penggeledahan.

    Dengan berbekal surat perintah tugas, tim menggeledah ruangan Seksi Hukum Pertanahan. Di ruang tersebut, ditemukan uang senilai Rp 2,9 juta yang belakangan dijadikan salah satu barang bukti.

    Uang tersebut diduga untuk memperlancar proses peralihan hak serta pengurusan tanah. Dari pemeriksaan sementara, Sunarto menyebut,  kedua terduga pelaku memiliki peran masing-masing untuk merumuskan besaran pungli dalam mengurus surat peralihan hak serta penerima uang dari korban.

    “SD diduga berperan sebagai penerima uang, kemudian YH alias IR diduga sebagai perumus besaran pungli,” tuturnya. Dari OTT tersebut, selain menyita Rp 2,9 juta sebagai barang bukti, petugas juga menyita dokumen catatan masyarakat yang melakukan pengurusan tanah, rekaman kamera pengintai CCTV, arsip pengurusan tanah dan dua unit ponsel.

    Kasus ini sendiri masih terus didalami kepolisian. Meski begitu, keduanya terancam Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



     
    Berita Lainnya :
  • Reskrim
    Gagal Mencuri Motor, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga
  • BinKam
    Amankan Pleno Kecamatan, Kapolres Bengkalis : Ini Merupakan Tanggung Jawab Polri
  • Reskrim
    Polres Kuansing Dalami Kasus Tewasnya Warga Oleh Oknum Anggota Polres Kuansing
  • Reskrim
    Polres Dumai Amankan Sepasang Kekasih Yang Lagi Asik
  • Reskrim Sus
    Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara
  • Reskrim Um
    Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
  • BinKam
    Kapolda Riau Terima Kunjungan 2 Personil Polda Riau Satgas Garuda Bhayangkara II FPU Polri
  • BinKam
    Kapolres Bengkalis Beserta Ketua KPU Kunjungi Rumah Duka Ketua KPPS Yang Meninggal Dunia
  • Lantas
    Anggoota KPPS Menjadi Korban Lakalantas Di Cerenti
  • Reskrim Um
    Pabrik PT SDS Terbakar di Dumai, Penyebab Kebakaran Masih di Selidiki
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Selasa, 23-April-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved