09:27 WIB - Sering Jadi Sasaran Pengedar, Polsek Medang Kampai Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah 23:32 WIB - Tim Karhutla Di Inhu Terus Berjibaku Padamkan Titik Api 23:23 WIB - Ditengah Pemadaman Api, Kapolsek Lirik Sempatkan Untuk Sholat 17:39 WIB - Unit Resintel Polsek Rengat Barat Amankan Seorang Pria Diduga Pelaku Pengedar Narkoba 17:33 WIB - Personil Polsek Kuala Cenaku Amankan Diduga Pelaku Pembakaran Lahan Kebun 14:20 WIB - Polsek Tapung Amankan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
 
Tahun 2018 Ini, Aktifitas Tambang Emas Ilegal Menurun
Reskrim Sus | Jumat, 19-10-2018 - 17:43:49 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Tahun 2018 Ini, Aktifitas Tambang Emas Ilegal Menurun
  •  

    tribratanewsriau.com. Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) sepanjang 2018 tercatat berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau, aktivitas PETI berkurang sekitar 60 persen.
    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Goriau com melalui wartawannya Ratna Sari Dewi bahwa Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau, Indra Agus Lukman mengatakan, bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-Riau dan Kepolisian akan terus berkomitmen dan berupaya keras untuk menekan pengurangan aktivitas PETI yang terjadi di Riau.
    "Penurunan angka aktivitas PETI adalah bentuk keseriusan dari pemerintah dan kepolisian. Khususnya Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu yang sebelumnya marak terjadi penambangan ilegal. Alhamdulillah, saat ini sudah berkurang," katanya dalam diskusi bersama Komnasham RI di Kantor Gubernur Riau, Jumat (19/10/2018).
     
    Meskipun berkurang, lanjut Indra, pemerintah dan kepolisian mengaku masih akan terus mengawasi aktivitas PETI ini karena dampak yang dihasilkan penambangan ilegal ini tidak main-main. 

    "Penambangan ilegal itu dampaknya luas sekali. Lingkungan dan masyarakat sekitar lah yang paling dirugikan. Karena itu, tindakan pencegahan dan antisipasi akan terus dilakukan. Kami juga secara terbuka menerima pengaduan dari masyarakat apa bila terdapat aktivitas yang mencurigakan," tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Biro Dukungan Penegakan Hak Asasi Manusia, Johan Effendi mengapresiasi  keberhasilan Riau dalam menanggulangi aktivitas PETI. Ia menjelaskan, Komnasham secara terbuka akan terus mendukung tindakan-tindakan lanjutan dari Pemerintah Provinsi Riau dalam mencegah penambangan emas tanpa izin.

    "Komnasham datang dalam rangka berdiskusi dengan Pemprov, bagaimana penanggulangan lanjutan aktivitas PETI. Karena Riau itu terkenal akan kekayaan sumber daya mineralnya, jangan sampai penambangan ilegal dibiarkan. Kita akan mendukung penuh tindakan Pemprov ini," tukas Johan.



     
    Berita Lainnya :
  • Mitra Polisi
    Sering Jadi Sasaran Pengedar, Polsek Medang Kampai Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah
  • Humaniora
    Tim Karhutla Di Inhu Terus Berjibaku Padamkan Titik Api
  • Humaniora
    Ditengah Pemadaman Api, Kapolsek Lirik Sempatkan Untuk Sholat
  • BinKam
    Unit Resintel Polsek Rengat Barat Amankan Seorang Pria Diduga Pelaku Pengedar Narkoba
  • BinKam
    Personil Polsek Kuala Cenaku Amankan Diduga Pelaku Pembakaran Lahan Kebun
  • Reskrim
    Polsek Tapung Amankan Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
  • Reskrim
    Polsek Bukitraya Bekuk Pelaku Begal Rampas Motor
  • Res Narkoba
    Polsek Tampan Amankan Seorang Mahasiswi Saat Mengedarkan Narkoba
  • Res Narkoba
    Sabu Seberat 18,8 Kg Ditemukan Warga Bengkalis
  • Res Narkoba
    Kurir Sabu Jaringan Internasional Riau Myanmar Melawan Tabrak Mobil Polisi
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Selasa, 16-Juli-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved