15:50 WIB - Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar 14:12 WIB - Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu 12:19 WIB - Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik 12:06 WIB - Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor 12:03 WIB - Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau 11:59 WIB - Polres Pelalawan Riau Tetapkan Kades Sering Jadi Tersangka, Diduga Lakukan Pemerasan dalam Jabatan
 
Penyelundupan Hewan Langka ke Malaysia di Gagalkan
Reskrim Sus | Rabu, 27-03-2019 - 09:16:35 WIB
Penulis: AA
foto ilustrasi
TERKAIT:
 
  • Penyelundupan Hewan Langka ke Malaysia di Gagalkan
  •  

    tribratanewsriau.com. Sebanyak 38 burung endemik Pulau Jawa dan Indonesia Timur, seperti Cendrawasih serta Kakatua Raja, selamat dari pasar gelap tujuan Malaysia. Semuanya sudah sampai di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) menjalani perawatan intensif.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita liputan6 com bahwa Puluhan unggas itu dinyatakan mengalami stres berat karena diperlakukan tak layak. Pasalnya wadah pengangkut dari Lampung menuju Kota Dumai, lalu dibawa ke pelabuhan tikus di Rupat, Bengkalis, sangat kecil.

    "Semuanya sudah ditangani secara medis, memang ada kelihatan trauma, terutama ungko yang juga disita petugas," kata Kepala BKSDA Riau Suharyono di Pekanbaru, Senin siang, 25 Maret 2019. Selain wadah pengangkut, burung dan primata itu juga melintasi perjalanan darat cukup panjang dan melelahkan dari Lampung hingga ke Dumai. Dalam perjalanan juga diberi makan seadanya serta minuman terbatas.

    "Kondisi saat ini sudah jauh lebih baik, burung sudah terlihat tidak stres lagi," kata Suharyono.

    Setelah pemulihan luka dan perawatan khusus untuk mengembalikan keliarannya, BBKSDA akan mengkaji pelepasliaran. Bisa juga nantinya dititipkan ke lembaga konservasi mengingat unggas itu bukan endemik Sumatera.

    "Kalau Owa bisa saja dilepasliarkan nantinya ke alam liar kalau sudah punya kemampuan survival," kata Suharyono.

    Sebelumnya, puluhan burung dan primata itu disita dari dua mobil yang masuk ke pelabuhan rakyat di Pulau Rupat, Bengkalis. Penggagalan penyelundupan ini dilakukan Bea Cukai Dumai dan TNI Angkatan Laut, lalu diserahkan ke BBKSDA.

    Dua mobil pembawa juga disita petugas sebagai barang bukti. Turut pula ditangkap lima pria, salah satunya berasal dari Riau, dan sudah diserahkan ke Balai Penegakan Hukum Sumatera Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk penyidikan lebih lanjut.

    Sementara menurut Kepala Balai Gakkum KLHK Sumatera, Eduard Hutapea, empat dari lima pria yang ditangkap sudah ditetapkan sebagai tersangka, sementara pria inisial EF berstatus saksi.

    "EF ini warga Rupat, Bengkalis, perannya hanya diminta empat tersangka membelikan tiket kapal tujuan Malaysia. Dia tidak tahu barang bawaan temannya," kata Eduard di Pekanbaru.

    Empat tersangka dimaksud berinisial SW (36), TR (20), AN (24), serta YA (29). Mereka adalah warga asal Lampung Selatan. Mereka tahu bawaannya adalah puluhan burung dan dua primata.

    "Secara eksplisit mereka mengaku tidak tahu bawaannya itu merupakan satwa dilindungi, kira–kira begitu," paparnya.

    Penetapan tersangka dilakukan setelah Eduard bersama BBKSDA serta Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau melakukan gelar perkara. Dua alat bukti sudah dikantongi dan berikutnya melengkapi berkas tersangka.

    "Saat ini masih dicari satu pria inisial E, dia diduga sebagai dalang penyelundupan. Jadi ini jaringan penjualan satwa dilindungi internasional krena melibatkan antar negara," tegas Eduard.

    Atas perbuatannya, empat tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a juncto Pasal 40 ayat 2 Undang–Undang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Mereka terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.




     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar
  • Humaniora
    Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu
  • Reskrim Um
    Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik
  • Lantas
    Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor
  • Res Narkoba
    Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau
  • Reskrim Um
    Polres Pelalawan Riau Tetapkan Kades Sering Jadi Tersangka, Diduga Lakukan Pemerasan dalam Jabatan
  • Reskrim Um
    Pencurian di Rumah Makan di Dumai Riau, Pemilik Temukan Kondisi Ruangan Berantakan
  • Lantas
    Benturan dengan Truk Aspal di Bundaran Pengendara Sepeda Motor Tewas
  • Humaniora
    Kapolresta Pekanbaru Pimpin Langsung Pengamanan Unjuk Rasa Curva Nord
  • Mitra Polisi
    Mako Pol Air Polda Riau Dipenuhi Warga Yang Tonton Acara Pekanbaru Achievement Sports Tourism
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Rabu, 26-Juni-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved