15:54 WIB - Bawaslu Tanah Datar Tindak lanjuti Suara Tercecer Di kampar 14:03 WIB - 5 Kali Gagal Tes TNI, 1 Kali Gagal Tes Polisi, Beginilah Cerita Anak Buruh Di Meranti 13:51 WIB - Pelaku Serta Penadah Diamankan Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti 13:37 WIB - Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia 13:37 WIB - Polsek Rengat Barat Selidiki Temuan Kerangka Manusia Di Kebun Karet 13:35 WIB - Kapolres Rohul : Secara Umum Pelaksanaan Pemilu 2019 Aman Dan Lancar
 
Kesepakatan Polda Riau, BNNP Dan PDRM, Riau Kini Datangkan Anjing Palacak Endus Narkoba
Res Narkoba | Jumat, 21-12-2018 - 08:24:47 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Kesepakatan Polda Riau, BNNP Dan PDRM, Riau Kini Datangkan Anjing Palacak Endus Narkoba
  •  

    tribratanewsriau.com Dua ekor anjing pelacak (unit satwa K9) tiba di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kamis (20/12) siang. Anjing terlatih pendeteksi obat-obatan terlarang ini, rencananya akan dibawa ke tempat-tempat rawan peredaran narkoba selama Natal dan Tahun Baru 2019. Salah satunya tempat hiburan malam.

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita Radarmalang (group JawaPos com) menuliskan bahwa mendatangkan anjing pelacak ini bukan tanpa sebab. Tujuannya untuk mengantisipasi maraknya peredaran narkoba terutama pada perayaan malam tahun baru. Karena pada saat malam pergantian tahun, akan banyak pesta narkoba yang diadakan. 

    BNNP Riau sudah melakukan pemetaan atau maping. Terkait hal ini, BNN sudah siap tempur menghadapi akhir tahun 2018 dengan melibatkan unit K9. “Sudah ready. Bahkan nanti akan bergerak lengkap dengan anjing pelacak (K9), ada dua ekor. Kami siap perang,” kata Haldun, Kamis (20/12) sore.

    Tempat hiburan malam menjadi target utama dalam hal ini. Ini merupakan intruksi dari BNN Pusat, untuk seluruh BNNP di setiap provinsi di Indonesia. “Termasuk BNNP Riau. Kami diperintahkan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap tempat yang rawan peredaran narkoba,” kata dia.

    Selain anjing pelacak, guna menekan peredaran narkoba BNN juga bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Kedua instansi ini sepakat untuk meningkatkan pengawasan di Selat Malaka, sebab sering menjadi jalur masuk berbagai jenis barang haram.

    Kesepakatan yang turut melibatkan Kepolisian Daerah Riau tersebut dilakukan di atas kapal di Selat Malaka, akhir September 2018 lalu. Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, BNN maupun Polda Riau mengungkapkan bahwa mayoritas kasus penyelundupan narkoba dari Malaysia. 

    Kemudian disepakati antara dua instansi ini akan saling bertukar informasi. BNN akan memberikan informasi terkait bandar narkoba jaringan Malaysia yang tertangkap di Riau. Sedangkan PDRM akan menginformasikan narkoba yang akan diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Bawaslu Tanah Datar Tindak lanjuti Suara Tercecer Di kampar
  • Humaniora
    5 Kali Gagal Tes TNI, 1 Kali Gagal Tes Polisi, Beginilah Cerita Anak Buruh Di Meranti
  • Res Narkoba
    Pelaku Serta Penadah Diamankan Sat Reskrim Polres Kepulauan Meranti
  • Res Narkoba
    Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia
  • Reskrim
    Polsek Rengat Barat Selidiki Temuan Kerangka Manusia Di Kebun Karet
  • Humaniora
    Kapolres Rohul : Secara Umum Pelaksanaan Pemilu 2019 Aman Dan Lancar
  • Humaniora
    Wakapolda Riau Hadiri Vicon Kemendagri Dalam Pemantauan Situasi Pemilu
  • Humaniora
    Polresta Pekanbaru Amankan Pleno Tingkat PPK
  • Res Narkoba
    Polres Rohil Amankan Terduga Pelaku Narkoba
  • BinKam
    Pelaku Ini Kembali Diamankan Setelah Kembali Melakukan Tindak Pidana
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Minggu, 21-April-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved