22:15 WIB - Gagal Mencuri Motor, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga 22:09 WIB - Amankan Pleno Kecamatan, Kapolres Bengkalis : Ini Merupakan Tanggung Jawab Polri 22:05 WIB - Polres Kuansing Dalami Kasus Tewasnya Warga Oleh Oknum Anggota Polres Kuansing 21:55 WIB - Polres Dumai Amankan Sepasang Kekasih Yang Lagi Asik 21:09 WIB - Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara 20:54 WIB - Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
 
Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
Res Narkoba | Kamis, 27-12-2018 - 16:07:58 WIB
Penulis: JR

TERKAIT:
 
  • Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
  •  

    Tribratanewsriau - Wilayah perairan Riau yang di kawasan Selat Malaka dijadikan salah satu penyelundupan narkoba dari negeri jiran Malaysia. Riau tercatat salah satu pintu masuk narkoba lewat pantai timur Sumatera.

    Pantai Riau yang begitu panjang menyulitkan untuk melacak penyelundupan narkoba yang memanfaatkan palabuhan tikus. Para mafia juga melibatkan sejumlah nelayan dalam bertransaksi narkoba di tengah laut Selat Malaka.

    Salah satu wilayah perairan yang kerap sebagai tempat penyelundupan adalah Dumai, Bengkalis dan Kabupaten Meranti Riau. Wilayah perairan ini dijadikan sasaran para mafia narkoba untuk membawa barang haram tersebut dari Malaysia.

    Pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi tidaklah sama dengan penyelundupan seperti bawang merah atau barang-barang lainnya yang sudah dilihat. Jika penyelundupan bawang merah, misalnya, maka akan mudah terlacak oleh aparat. Ini karena untuk membongkar atau memuatnya kembali dalam truk untuk segera dibawa dari pelabuhan akan mudah ketahuan.

    Namun yang diselundupkan jenis narkoba, ini akan sulit. Sebab, bungkusan narkoba tidaklah sebesar bagaimana penyelundupan bawang merah atau barang-barang lainnya. 

    "Kalau narkoba memang sulit terlacak. Mereka tidak perlu bersandar di pelabuhan, dan tidak perlu bongkar muat. Sebab, bungkusan narkoba lebih kecil dan gampang untuk dibawa nelayan," kata Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan, Kamis (27/12/2018).

    Jaringan mafia narkoba ini dalam bertransaksi menggunakan mata rantai yang terputus. Mereka bisa jadi bertransaksi di tengah laut yang melibatkan sejumlah nelayan. 

    Dari nelayan yang satu ke nelayan yang lain saling tidak berhubungan. Tugas mereka hanya disuruh mengantarkan ke tujuan yang telah ditentukan titiknya di tepi pantai.

    "Nanti di tepi pantai sudah ada yang menjemputnya. Antara mereka sendiri tidak saling kenal, begitulah sistem mata rantai yang mereka lakukan," kata Restika.

    Begitupun jajaran Polres Dumai tetap menyatakan 'perang' terhadap narkoba yang akan merusak generasi bangsa Indonesia itu. Selama tahun 2018, Polres Dumai pernah menyita 26 Kg sabu yang masuk lewat perairan Dumai.

    "Biasanya dari Dumai, barang haram ini akan menyebar ke sejumlah provinsi lainnya. Bisa ke Sumut, atau ke kota lainnya," kata Restika.



     
    Berita Lainnya :
  • Reskrim
    Gagal Mencuri Motor, Pelaku Babak Belur Dihakimi Warga
  • BinKam
    Amankan Pleno Kecamatan, Kapolres Bengkalis : Ini Merupakan Tanggung Jawab Polri
  • Reskrim
    Polres Kuansing Dalami Kasus Tewasnya Warga Oleh Oknum Anggota Polres Kuansing
  • Reskrim
    Polres Dumai Amankan Sepasang Kekasih Yang Lagi Asik
  • Reskrim Sus
    Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara
  • Reskrim Um
    Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
  • BinKam
    Kapolda Riau Terima Kunjungan 2 Personil Polda Riau Satgas Garuda Bhayangkara II FPU Polri
  • BinKam
    Kapolres Bengkalis Beserta Ketua KPU Kunjungi Rumah Duka Ketua KPPS Yang Meninggal Dunia
  • Lantas
    Anggoota KPPS Menjadi Korban Lakalantas Di Cerenti
  • Reskrim Um
    Pabrik PT SDS Terbakar di Dumai, Penyebab Kebakaran Masih di Selidiki
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Selasa, 23-April-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved