00:35 WIB - Wakapolda Riau Hadiri Silaturahmi Panglima TNI di Ponpes Nurul Huda 19:36 WIB - Kapolres Rokan Hulu Servis Perdana Dalam Turnamen Volly Kapolres Cup 2019 19:25 WIB - Satlantas Polresta Pekanbaru Menerapkan Sistem Pengalihan Arus Dalam Sekitaran Acara MRSF 18:42 WIB - Wakapolda Riau Dampingi Panglima TNI Tinjau Langsung Karhutla Di Kabupaten Bengkalis 15:13 WIB - Polsek Kemuning Laksanakan Kegiatan Kerja Bhakti Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional 15:02 WIB - Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Program DMIJ Plus
 
Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
Res Narkoba | Kamis, 27-12-2018 - 16:07:58 WIB
Penulis: JR

TERKAIT:
 
  • Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
  •  

    Tribratanewsriau - Wilayah perairan Riau yang di kawasan Selat Malaka dijadikan salah satu penyelundupan narkoba dari negeri jiran Malaysia. Riau tercatat salah satu pintu masuk narkoba lewat pantai timur Sumatera.

    Pantai Riau yang begitu panjang menyulitkan untuk melacak penyelundupan narkoba yang memanfaatkan palabuhan tikus. Para mafia juga melibatkan sejumlah nelayan dalam bertransaksi narkoba di tengah laut Selat Malaka.

    Salah satu wilayah perairan yang kerap sebagai tempat penyelundupan adalah Dumai, Bengkalis dan Kabupaten Meranti Riau. Wilayah perairan ini dijadikan sasaran para mafia narkoba untuk membawa barang haram tersebut dari Malaysia.

    Pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi tidaklah sama dengan penyelundupan seperti bawang merah atau barang-barang lainnya yang sudah dilihat. Jika penyelundupan bawang merah, misalnya, maka akan mudah terlacak oleh aparat. Ini karena untuk membongkar atau memuatnya kembali dalam truk untuk segera dibawa dari pelabuhan akan mudah ketahuan.

    Namun yang diselundupkan jenis narkoba, ini akan sulit. Sebab, bungkusan narkoba tidaklah sebesar bagaimana penyelundupan bawang merah atau barang-barang lainnya. 

    "Kalau narkoba memang sulit terlacak. Mereka tidak perlu bersandar di pelabuhan, dan tidak perlu bongkar muat. Sebab, bungkusan narkoba lebih kecil dan gampang untuk dibawa nelayan," kata Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan, Kamis (27/12/2018).

    Jaringan mafia narkoba ini dalam bertransaksi menggunakan mata rantai yang terputus. Mereka bisa jadi bertransaksi di tengah laut yang melibatkan sejumlah nelayan. 

    Dari nelayan yang satu ke nelayan yang lain saling tidak berhubungan. Tugas mereka hanya disuruh mengantarkan ke tujuan yang telah ditentukan titiknya di tepi pantai.

    "Nanti di tepi pantai sudah ada yang menjemputnya. Antara mereka sendiri tidak saling kenal, begitulah sistem mata rantai yang mereka lakukan," kata Restika.

    Begitupun jajaran Polres Dumai tetap menyatakan 'perang' terhadap narkoba yang akan merusak generasi bangsa Indonesia itu. Selama tahun 2018, Polres Dumai pernah menyita 26 Kg sabu yang masuk lewat perairan Dumai.

    "Biasanya dari Dumai, barang haram ini akan menyebar ke sejumlah provinsi lainnya. Bisa ke Sumut, atau ke kota lainnya," kata Restika.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Wakapolda Riau Hadiri Silaturahmi Panglima TNI di Ponpes Nurul Huda
  • Humaniora
    Kapolres Rokan Hulu Servis Perdana Dalam Turnamen Volly Kapolres Cup 2019
  • Nasional
    Satlantas Polresta Pekanbaru Menerapkan Sistem Pengalihan Arus Dalam Sekitaran Acara MRSF
  • Nasional
    Wakapolda Riau Dampingi Panglima TNI Tinjau Langsung Karhutla Di Kabupaten Bengkalis
  • BinKam
    Polsek Kemuning Laksanakan Kegiatan Kerja Bhakti Dalam Rangka Hari Peduli Sampah Nasional
  • BinKam
    Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Program DMIJ Plus
  • BinKam
    Kapolres Inhil Hadiri Peresmian Puskesmas Di Simpang Gaung
  • BinKam
    Kapolres Inhil Bersama Forkopimda Kunjungi Peternakan Sapi
  • Humaniora
    Akan Bertransaksi Narkoba, Warga Simalinyang ini Ditangkap Polsek Kampar Kiri
  • Lantas
    Satlantas Pekanbaru “Mengudara” Himbau Generasi Muda Agar Tertib Berlalu Lintas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Minggu, 24-Februari-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved