16:13 WIB - Pertama Sekali, Polres Inhu Ikuti Even Pacu Jalur Di Taluk Kuantan 15:54 WIB - Sijago Merah Lahap Puluhan Ruko Dan Kios Di Jln Yos Sudarso Tembilahan 10:22 WIB - Wakapolda Riau Pimpin Pembukaan Latihan Pra Operasi Patuh Muara Takus 2019 17:31 WIB - Dua Pelaku Pembakar Lahan Diamankan Satgas Karhutla 10:48 WIB - Polda Riau Terus Buru Para Pelaku Pembakar Hutan Dan Lahan 10:06 WIB - Polsek Gaung Anak Gaung Amankan Pelaku Perampokan
 
Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
Res Narkoba | Kamis, 27-12-2018 - 16:07:58 WIB
Penulis: JR

TERKAIT:
 
  • Perairan Riau Jadi Jalur Favorit Sindikat Narkoba
  •  

    Tribratanewsriau - Wilayah perairan Riau yang di kawasan Selat Malaka dijadikan salah satu penyelundupan narkoba dari negeri jiran Malaysia. Riau tercatat salah satu pintu masuk narkoba lewat pantai timur Sumatera.

    Pantai Riau yang begitu panjang menyulitkan untuk melacak penyelundupan narkoba yang memanfaatkan palabuhan tikus. Para mafia juga melibatkan sejumlah nelayan dalam bertransaksi narkoba di tengah laut Selat Malaka.

    Salah satu wilayah perairan yang kerap sebagai tempat penyelundupan adalah Dumai, Bengkalis dan Kabupaten Meranti Riau. Wilayah perairan ini dijadikan sasaran para mafia narkoba untuk membawa barang haram tersebut dari Malaysia.

    Pengiriman narkoba jenis sabu dan ekstasi tidaklah sama dengan penyelundupan seperti bawang merah atau barang-barang lainnya yang sudah dilihat. Jika penyelundupan bawang merah, misalnya, maka akan mudah terlacak oleh aparat. Ini karena untuk membongkar atau memuatnya kembali dalam truk untuk segera dibawa dari pelabuhan akan mudah ketahuan.

    Namun yang diselundupkan jenis narkoba, ini akan sulit. Sebab, bungkusan narkoba tidaklah sebesar bagaimana penyelundupan bawang merah atau barang-barang lainnya. 

    "Kalau narkoba memang sulit terlacak. Mereka tidak perlu bersandar di pelabuhan, dan tidak perlu bongkar muat. Sebab, bungkusan narkoba lebih kecil dan gampang untuk dibawa nelayan," kata Kapolres Dumai, AKBP Restika Nainggolan, Kamis (27/12/2018).

    Jaringan mafia narkoba ini dalam bertransaksi menggunakan mata rantai yang terputus. Mereka bisa jadi bertransaksi di tengah laut yang melibatkan sejumlah nelayan. 

    Dari nelayan yang satu ke nelayan yang lain saling tidak berhubungan. Tugas mereka hanya disuruh mengantarkan ke tujuan yang telah ditentukan titiknya di tepi pantai.

    "Nanti di tepi pantai sudah ada yang menjemputnya. Antara mereka sendiri tidak saling kenal, begitulah sistem mata rantai yang mereka lakukan," kata Restika.

    Begitupun jajaran Polres Dumai tetap menyatakan 'perang' terhadap narkoba yang akan merusak generasi bangsa Indonesia itu. Selama tahun 2018, Polres Dumai pernah menyita 26 Kg sabu yang masuk lewat perairan Dumai.

    "Biasanya dari Dumai, barang haram ini akan menyebar ke sejumlah provinsi lainnya. Bisa ke Sumut, atau ke kota lainnya," kata Restika.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Pertama Sekali, Polres Inhu Ikuti Even Pacu Jalur Di Taluk Kuantan
  • Humaniora
    Sijago Merah Lahap Puluhan Ruko Dan Kios Di Jln Yos Sudarso Tembilahan
  • BinKam
    Wakapolda Riau Pimpin Pembukaan Latihan Pra Operasi Patuh Muara Takus 2019
  • Reskrim Sus
    Dua Pelaku Pembakar Lahan Diamankan Satgas Karhutla
  • Humaniora
    Polda Riau Terus Buru Para Pelaku Pembakar Hutan Dan Lahan
  • Reskrim
    Polsek Gaung Anak Gaung Amankan Pelaku Perampokan
  • Lantas
    Rok Terlilit Rantai Motor, Seorang Ibu di Perawang Terhempas ke Aspal
  • Reskrim
    Tim Satgas Karlahut Rohul Padamkan Api di Rambah Tengah Barat‎, Polisi Usut Pelaku
  • Humaniora
    Polda Riau dan PWNU Riau Jamin Kenyamanan Masyarakat Indonesia Timur Di Riau
  • Humaniora
    Tikam Anggota Polisi Saat Bertugas Dengan Badik, Pemuda Warga Seberida Diterjang Timah Panas
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Jum'at, 23-08-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved