15:50 WIB - Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar 14:12 WIB - Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu 12:19 WIB - Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik 12:06 WIB - Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor 12:03 WIB - Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau 11:59 WIB - Polres Pelalawan Riau Tetapkan Kades Sering Jadi Tersangka, Diduga Lakukan Pemerasan dalam Jabatan
 
Direktorat Narkoba Polda Riau Ringkus Pelaku Penyelundupan Tiga Kilo Shabu Dari Malaysia
Res Narkoba | Rabu, 10-04-2019 - 07:34:31 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Direktorat Narkoba Polda Riau Ringkus Pelaku Penyelundupan Tiga Kilo Shabu Dari Malaysia
  •  

    tribratanewsriau.com. Direktorat Narkoba Polda Riau kembali berhasil menggagalkan penyeludupan 3 kg sabu-sabu asal Malaysia. Barang haram yang masuk melalui Kota Dumai diduga dikendalikan narapidana dari balik lembaga permasyarakatan (lapas).

    Sebagaimana diberitakan oleh kantor berita JPNN com mengutip keterangan dari Wakil Direktur Resnarkoba Polda Riau, AKBP Andri Sudarmadi SIK mengatakan, selain menyita narkoba senilai miliaran rupiah itu, empat tersangka berhasil diringkus di tiga lokasi berbeda.

    Tiga tersangka di antaranya merupakan warga Pekanbaru berinisial YN (40), SR (39 dan JH (50), serta seorang warga Dumai berinisial RA (28).

    "Kami amankan empat tersangka berisinial YN, SR, JH, RA dan barang bukti berupa sabu–sabu 3 kg," ungkap Andri Sudarmadi di kantor Ditresnarkoba Polda Riau Jalan Prambanan, Senin (8/4).

    Dijelaskan Andri, pengungkapan peredaran narkotika itu berawal dari infomasi yang diterimanya dari masyarakat. Atas informasi itu dilakukan penyelidikan dan penggerebekan ke salah satu rumah di Jalan Lumba–Lumba Gang Bunga Raya, Kecamatan Bukit Raya, Jumat (29/3) sekitar pukul 03.00 WIB.

    Dalam upaya penggerebekan, sambung Andri, para tersangka enggan membuka pintu, sehingga dilakukan upaya paksa dengan pendobrakan yang disaksika oleh warga setempat.

    “Di dalam rumah kami tangkap SR dan JH. Saat itu, YN berusaha melarikan diri lewat pintu belakang, namun berhasil ditangkap," paparnya.

    Lalu, ujar Andri, pihaknya melakukan penggeledahan di dalam rumah dan mendapati barang bukti berupa 10 paket sabu–sabu disimpan di tas pinggang yang diletakan dalam kantong sampah. "Sabu itu ditemukan di dapur, beratnya sekitar 1 kg milik YN. Selain itu kami juga mengamankan satu unit timbang dan empat unit handphone," sebut Andri.

    Dari penangkapan tiga tersangka itu, Ditresnarkoba Polda Riau melakukan pengembangan dan mengarah ke seorang tersangka RA. Warga Dumai itu merupakan pemasok barang haram yang ditangkap di Hotel Alpa Jalan Harapan Raya. Di sana, petugas mendapati barang bukti plastik sabu beserta alat hisap.

    "Terhadap RA, kami lakukan interogasi dan mengakui masih ada sabu yang disimpan di kosnya Jalan Kapling. Di lokasi itu kami menemukan sabu seberat 2 kg di dalam jok motor," jelas Andri.

    Andri menyampaikan, barang haram yang berhasil diamankan direncanakan diedarakan para tersangka di beberapa daerah di Bumi Lancang Kuning, seperti di Pekanbaru, Pasirpengaraian dan daerah lainnya. Sementara keempat tersangka merupakan jaringan narkoba Dumai–Pekanbaru yang berperan sebagai kurir dan pengedar.

    "Jadi RA ini, membawa barang dari Dumai ke Pekanbaru menggunakan sepeda motor. Lalu mendistribusikan kepada ketiga tersangka itu sesuai perintah dari seorang pengendali," jelasnya.

    Ketika disingung apakah peredaran sabu–sabu itu dikendalikan oleh narapidana dari balik Lapas di Riau, perwira berpangkat dua bunga melati tak menampiknya. Dia mengakatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap pengendalinya.

    "Dari mana sabu diperolah RA, masih kami lakukan pendalaman. Tapi tidak menutup kemungkinan arahnya (dikendalikan, red) dari lapas," kata Andri.

    Atas perbuatannya, lanjut Andri, keempat tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 134 ayat (1) Undang–undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

    "Ancaman hukuman mati atau penjara paling rendah 5 tahun dan paling lama 20 tahun," ujarnya.

    Sebelumnya, selang satu hari tepatnya, Ahad (30/3) lalu giliran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau yang berhasil menggagalkan peredaran dua jenis narkotika yakni sabu dan pil ekstasi. Tanggung–tanggung jumlah barang bukti yang disita 24 kg Sabu dan 13.000 butir pil ekstasi.



     
    Berita Lainnya :
  • Humaniora
    Kegiatan Bakti Kesehatan Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019 di Polres Kampar
  • Humaniora
    Polsek Kemuning Bersama Bhayangkari Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu
  • Reskrim Um
    Dengar Tangis Bayi dari Depan Rumah, Temukan Bayi Perempuan Dalam Tas Plastik
  • Lantas
    Diduga Dipakai Balap Liar, Tim K2YD Polsek Mandau Sita 7 Sepeda Motor
  • Res Narkoba
    Buang Sabu-sabu ke Lantai, Polisi Tangkap Dua PEMUDA di Pelalawan Riau
  • Reskrim Um
    Polres Pelalawan Riau Tetapkan Kades Sering Jadi Tersangka, Diduga Lakukan Pemerasan dalam Jabatan
  • Reskrim Um
    Pencurian di Rumah Makan di Dumai Riau, Pemilik Temukan Kondisi Ruangan Berantakan
  • Lantas
    Benturan dengan Truk Aspal di Bundaran Pengendara Sepeda Motor Tewas
  • Humaniora
    Kapolresta Pekanbaru Pimpin Langsung Pengamanan Unjuk Rasa Curva Nord
  • Mitra Polisi
    Mako Pol Air Polda Riau Dipenuhi Warga Yang Tonton Acara Pekanbaru Achievement Sports Tourism
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Rabu, 26-Juni-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved