10:37 WIB - Kapolda Riau Resmi Pecat Enam Personilnya Pagi Tadi 17:39 WIB - Meriahkan Hut RI Ke 74 Polda Riau Kegiatan Fun Bike Bersama AKABRI Tahun 86 dan Komuniti Sepeda Riau 17:30 WIB - Direktorat Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai 14,6 M ke Singapura 09:46 WIB - Polda Riau Laksanakan Upacara Bendera HUT RI Di Mako Polda Riau 22:45 WIB - Polsek Limapuluh Amankan Dua Polisi Gadungan 17:39 WIB - Menyambut HUT RI ke 74,Puluhan Brimob Polda Riau Kibarkan Merah Putih di Puncak Suligi Hill
 
Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia
Res Narkoba | Minggu, 21-04-2019 - 13:37:34 WIB
Penulis: CV

TERKAIT:
 
  • Riau Jalur Masuk Narkoba Asal Malaysia
  •  

    Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau menyatakan Bumi Lancang Kuning masuk lima besar pasar narkoba di Indonesia. Namun untuk jalur masuk sindikat narkoba Malaysia, Riau berada di peringkat atas di Pulau Sumatera karena banyaknya pintu masuk yang minim penjagaan.

    Sebagaimana diberitakan oleh Kantor Berita Liputan6 com, Menurut Kepala BNN Riau Brigjen Drs Untung Subagyo, jalur perlintasan narkoba paling banyak terdapat di daerah pesisir, seperti Kota Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Di daerah tersebut banyak terdapat pelabuhan tak resmi, tepatnya di muara sungai di perbatasan.

    "Kemudian ada jalur Malaysia dari Kota Dumai, lalu ke Duri tujuan Kota Pekanbaru. Muara akhirnya bisa saja di Pekanbaru ataupun Jakarta," sebut Untung di kantornya.

    Untung menjelaskan, saat ini Kota Medan, Sumatra Utara, kemudian Jakarta, Surabaya, Makassar dan terakhir Riau menjadi primadona pasar gelap sabu Malaysia. Hal ini karena banyaknya permintaan sehingga diimbangi permintaan.

    Namun untuk empat daerah selain Riau, narkoba dari Malaysia masuk secara langsung sangat sulit. Di daerah itu pengawasannya cukup ketat, ditambah lagi terlalu jauh bandar narkoba Malaysia untuk memasok barangnya ke sana.

    Hingga kini, Untung belum mengetahui berapa sabu dan ekstasi Malaysia masuk setiap bulannya ke Riau. Begitu juga dengan kebutuhan bandar ataupun pengedar yang selalu mencari pengkonsumsi baru.

    Dia juga menjelaskan, bandar narkoba penerima pasokan sabu dari Malaysia selalu menggunakan modus baru menyelundupkan barangnya agar sampai ke Pekanbaru. Modus ini bisa juga menggunakan tradisional, misalnya menyamar jadi petani.

    Hingga kini, BNN masih mendalami apakah bandar dan pengedar yang selama ini ditangkap dikendalikan narapidana di Lapas, baik di Riau ataupun provinsi lainnya. Koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) terus dilakukan.



     
    Berita Lainnya :
  • Giat Administrasi
    Kapolda Riau Resmi Pecat Enam Personilnya Pagi Tadi
  • Humaniora
    Meriahkan Hut RI Ke 74 Polda Riau Kegiatan Fun Bike Bersama AKABRI Tahun 86 dan Komuniti Sepeda Riau
  • Humaniora
    Direktorat Polair Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai 14,6 M ke Singapura
  • Giat Administrasi
    Polda Riau Laksanakan Upacara Bendera HUT RI Di Mako Polda Riau
  • Reskrim
    Polsek Limapuluh Amankan Dua Polisi Gadungan
  • Brimob
    Menyambut HUT RI ke 74,Puluhan Brimob Polda Riau Kibarkan Merah Putih di Puncak Suligi Hill
  • Humaniora
    Memperingati Hut RI Ke-74, Polres Rohil Gelar Doa Mengenang Para Jasa Pahlawan
  • Humaniora
    Kapolres Inhu Makan Malam Bersama Personil Dilokasi Karhutla
  • Humaniora
    Bhayangkari Polres Rohil Gelar Penyuluhan Deteksi Dini Kanker
  • Humaniora
    Kapolres Inhil Terjun Langsung Dalam Pedinginan Kebakaran Hutan dan Lahan di Parit 8, 9 dan Kanal Me
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    Senin, 19-08-2019 | Jam Digital
    © 2015-2019 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved