BERITA PILIHAN Selasa, 11 08 2020 | Jam Digital
12:52 WIB - Diduga Terlibat Aksi Balapan Liar, 56 Sepeda Motor Diangkut Petugas 09:41 WIB - Jajaran Polres Kampar Terus Gencarkan Himbauan Penerapan Protokol Kesehatan 21:32 WIB - Pria di Riau 7 Tahun Perkosa Anak Kandung, Terungkap karena Lecehkan Tante 21:30 WIB - Antisipasi C3 & Premanisme, Polsek Pasir Penyu Gelar Razia 20:46 WIB - Pengedar Narkoba Berhasil Diamankan Polsek Kampar Kiri 20:43 WIB - Tim Opsnal Polres Kampar Grebek Pengedar Sabu di Air Tiris
 
Penyelundup Anak Singa Dituntut Empat Tahun Penjara
Reskrim Sus | Jumat, 03-07-2020 - 15:02:14 WIB
Penulis: AA

TERKAIT:
 
  • Penyelundup Anak Singa Dituntut Empat Tahun Penjara
  •  

    tribratanewsriau.com Jaksa penuntut umum Kejaksaan Tinggi Riau menuntut empat tahun penjara terdakwa penyelundup satwa dilindungi berupa anak singa, leopard, hingga kura–kura dari Malaysia ke Indonesia.

    Sebagaimana diberitakan kantor berita antaranews com, Selain empat tahun penjara, JPU Himawan Aprianto dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis, turut menuntut denda sebesar Rp1 miliar.

    Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 86 Ayat (1) huruf a,b,c Jo Pasal 33 huruf a,b,c Undang–undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke–1 KUHPidana.

    Selain Irawan Shia, JPU juga menuntut hukuman berat kepada tiga terdakwa lainnya. Mereka adalah Yatno alias Yat, Asrin alis Lin dan Safrizal alias Ijal. Para terdakwa merupakan satu komplotan yang sama penyelundup satwa dilindungi.

    Mereka melakukan perbuatan penyelundupan dan perdagangan empat ekor singa, satu ekor leopard dan 58 ekor kura–kura indian star pada akhir 2019 lalu.

    Hanya saja, terdakwa Yatno, Asrin dan Safrizal dituntut lebih ringan dari Irawan Shia. JPU meminta majelis hakim menghukum ketiganya dengan pidana penjara selama tiga tahun. Namun, keempatnya juga dituntut membayar denda masing–masing sebesar Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan penjara.

    Kasus penyelundupan itu dibongkar Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau pada akhir 2019 lalu.

    Kapolda Riau Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi menjelaskan bahwa satwa itu diselundupkan dari pelabuhan tikus tidak jauh dari kantor imigrasi Kota Dumai, Riau, dari perairan Malaysia. Secara geografis, Dumai memang berbatasan langsung dengan negeri jiran itu.

    Bayi singa dan leopard malang yang masih berusia di bawah satu tahun itu kemudian dibawa ke Kota Pekanbaru menggunakan minibus, Avanza dengan tujuan akhir Lampung.

    Saat ini bayi singa, leopard, kura–kura dan orang utan dievakuasi ke taman safari Indonesia setelah sebelumnya sempat dirawat di kebun binatang Kasang Kulim, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.



     
    Berita Lainnya :
  • Lantas
    Diduga Terlibat Aksi Balapan Liar, 56 Sepeda Motor Diangkut Petugas
  • Humaniora
    Jajaran Polres Kampar Terus Gencarkan Himbauan Penerapan Protokol Kesehatan
  • Reskrim
    Pria di Riau 7 Tahun Perkosa Anak Kandung, Terungkap karena Lecehkan Tante
  • BinKam
    Antisipasi C3 & Premanisme, Polsek Pasir Penyu Gelar Razia
  • Res Narkoba
    Pengedar Narkoba Berhasil Diamankan Polsek Kampar Kiri
  • Res Narkoba
    Tim Opsnal Polres Kampar Grebek Pengedar Sabu di Air Tiris
  • Reskrim
    Sebelum Dibunuh, Bocah Laki-laki 8 Tahun Tewas di Kebun Sawit di Tualang Ternyata Disodomi Pelaku
  • Lantas
    Pelanggar Didominasi Pengendara Motor, Polres Bengkalis Riau Keluarkan 194 Surat Tilang
  • Res Narkoba
    Dalam Sehari Polisi di Keritang Riau Ringkus Dua Pemakai Sabu-sabu
  • Reskrim
    Sampan Oleng Saat Memancing, Pemuda Tewas Tenggelam di Sungai Indragiri Riau
  •  
    Komentar Anda :

     
     
    © 2020 TRIBRATA NEWS RIAU, All Rights Reserved